Advertisement

Founder of The Week: Cindy Susanto (BOOLET) dan Cara Baru Melihat Sampah sebagai Aset Masa Depan

In the Age of Information, news media faces both unprecedented opportunities and significant challenges.

Setiap minggu, ada founder yang tidak hanya membangun bisnis—tetapi mengubah cara kita melihat dunia.

Di edisi kali ini, MediaStartup Founder of The Week menyorot sosok Cindy Susanto, Founder BOOLET, yang mengambil langkah tidak biasa: mengubah limbah tusuk sate dan sumpit bekas menjadi produk gaya hidup bernilai seni tinggi.

Bukan sekadar bisnis daur ulang. Ini adalah tentang bagaimana sebuah ide sederhana bisa berkembang menjadi sistem nilai baru dalam industri kreatif dan sustainability.

Ketika Sampah Tidak Lagi Dianggap Selesai

Di tangan kebanyakan orang, tusuk sate dan sumpit bekas adalah akhir dari sebuah siklus konsumsi.

Namun bagi Cindy Susanto, itu justru awal dari sesuatu yang lain.

Melalui BOOLET, ia membangun pendekatan yang melihat limbah sebagai material mentah baru, bukan sebagai masalah. Dari sini lahir konsep produk berbasis bambu daur ulang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan desain.

BOOLET mengolah limbah tersebut menjadi material baru yang kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk lifestyle dan furnitur dengan karakter visual yang unik.

Founder yang Tidak Sekadar “Build Product”, Tapi Build Perspective

Yang menarik dari perjalanan Cindy bukan hanya pada apa yang ia buat, tetapi pada bagaimana ia menggeser perspektif industri.

Di saat banyak bisnis fokus pada efisiensi produksi, BOOLET masuk dari sisi yang berbeda: mengubah persepsi terhadap material yang dianggap tidak bernilai.

Ini adalah tipe founder yang jarang terlihat—yang tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga membangun cara berpikir baru di sekitarnya.

Dan di sinilah titik pentingnya: inovasi tidak selalu lahir dari teknologi tinggi, tetapi dari cara pandang yang berbeda terhadap hal yang sudah ada.

Dari Ide Lokal ke Isu Global

Isu limbah konsumsi bukan hanya terjadi di Indonesia.

Advertisement

Namun BOOLET menunjukkan bahwa solusi bisa dimulai dari skala paling lokal: tusuk sate, sumpit bekas, dan limbah harian yang selama ini tidak pernah diperhitungkan dalam rantai ekonomi formal.

Dengan pendekatan ekonomi sirkular, BOOLET memperlihatkan bagaimana limbah dapat masuk kembali ke sistem produksi—bukan sebagai beban, tetapi sebagai aset.

Mengapa MediaStartup Membuat “Founder of The Week”

Di tengah banyaknya startup dan founder yang bermunculan, MediaStartup melihat satu hal penting:

bukan semua founder terlihat, padahal banyak yang sedang membangun sesuatu yang signifikan.

Karena itu, rubrik Founder of The Week hadir untuk:

  • Menampilkan founder yang sedang membangun perubahan nyata
  • Mengangkat cerita di balik produk, bukan hanya produk itu sendiri
  • Membuka ruang exposure bagi founder yang ingin dikenal lebih luas
  • Menghubungkan founder dengan ekosistem startup, media, dan investor

Kami tidak mencari yang paling besar.

Kami mencari yang paling relevan dengan masa depan.

Untuk Para Founder yang Sedang Membangun

Jika kamu sedang membangun startup atau proyek yang punya dampak—kamu mungkin adalah cerita berikutnya.

MediaStartup membuka kesempatan bagi founder untuk ditampilkan dalam edisi Founder of The Week, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem media yang lebih dekat dengan para builder.

Karena setiap minggu, selalu ada cerita yang layak diceritakan.

Dan mungkin, minggu depan itu adalah kamu.

Share This :
3 comments

Leave a Reply

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Advertisement

Discover more from Mediastartup.ID | Innovation & Entrepreneur Network

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading