Jakarta, 20 Mei 2026 – Berdasarkan rilis dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) 2022-2025, Indonesia setidaknya membutuhkan sembilan juta tenaga profesional di sektor digital pada tahun 2030. Seiring perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), kebutuhan talenta digital di Indonesia diperkirakan mencapai 600 ribu orang setiap tahunnya. Pemerintah pun mengakui bahwa terdapat celah antara kebutuhan dan ketersediaan talenta digital.
Berangkat dari hal ini, RedDoorz, platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand terkemuka di Asia Tenggara, menyelenggarakan program Kuliah Praktisi sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia. Program ini menghadirkan pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa aktif dari berbagai disiplin ilmu terkait ekonomi digital dengan materi yang dibawakan langsung oleh praktisi atau mentor yang merupakan karyawan aktif RedDoorz.
Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan wawasan terkait pemasaran digital, komunikasi pemasaran, social commerce, hingga manajemen pengelolaan hotel yang menjadi inti bisnis RedDoorz. Program ini juga memberikan pengalaman langsung terkait praktik bisnis digital melalui berbagai inisiatif perusahaan, termasuk program RedSeller.
Ratih juga menambahkan bahwa program ini berlangsung selama 4-6 bulan dengan rincian materi perkuliahan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Mulai dari analisis data, desain grafis, copywriting, sales and marketing, serta tugas akhir dan kunjungan ke properti RedDoorz untuk memperkuat pembelajaran di kelas.
Menyadari pentingnya kolaborasi institusi pendidikan dan peran pelaku industri dalam meningkatkan kapasitas SDM dalam negeri, RedDoorz akan terus memperluas program ini dengan menggandeng lebih banyak perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Indonesia memiliki salah satu talenta terbesar di Asia Tenggara, sementara RedDoorz memiliki lebih dari 4.300 mitra properti di seluruh pasar operasionalnya. Kami percaya kolaborasi ini dapat menciptakan dampak positif, baik bagi pengembangan keterampilan digital talenta muda Indonesia maupun pertumbuhan bisnis kami,” tutup Ratih.